Udah di Jogja lagi..

Istana Pagaruyung Hari ini mulai ngantor lagi, seminggu kemaren aku masih di Payakumbuh untuk acara pelatihan Desain Web di Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Hari Jumat acara pelatihan udah selesai, sabtunya kita diajak jalan-jalan keliling Sumatera Barat. Berangkat jam 8 pagi, kita ke Istana Pagaruyung di Batu Sangkar. Abis dari situ perjalanan dilanjutkan ke Danau Singkarak, airnya tenang sekali. Kita sempat naik perahu motor dan keliling danau.

Danau Singkarak merupakan Danau terluas ke-2 di Sumatera setelah Danau Toba. Danau yang terletak pada ketinggian 36,5 meter dari permukaan laut ini merupakan habitat dari spesies ikan hias yang hanya hidup di Danau ini saja. Masyarakat setempat menyebutkan ” Ikan Bilih “. Yang menjadi keunikan dari ikan ini, ia tidak dapat dibudidayakan di luar habitatnya.

Dari Danau Singkarak, kami menuju Danau Maninjau, ada yang unik ketika menuju danau ini, kita harus melalui sebuah tempat yang disebut sebagai Kelok 44, jalan yang melewati perbukitan menuju ke danau ini memiliki 44 tikungan yang sangat tajam, kalo ada kendaraan dari arah berlawanan, maka salah satunya harus berhenti.

Danau Maninjau terletak 38 km sebelah barat dari pusat Kota Bukittingi. Jika menggunakan bus umum dari Bukittinggi cukup dengan mengeluarkan Rp 2.000,00 untuk satu jam perjalanan. Airnya biru jernih dan bersih alami. Danau ini dikelilingi bukti-bukit yang indah sehingga menambah cantiknya pemandangan sekitar. Terletak 500 m di atas permukaan laut dengan panjang danau 17 km, lebar 8 km, dan kedalaman danau sekira 480 meter.

Pas sampe danau, hujan cukup deras, akhirnya kita kembali dan menuju Bukittinggi melewati Lembah Ngarai Sianok, di Bukittinggi ada Jam Gadang yang sangat terkenal, tepat berada di tengah kota. Udah sore waktu kami sampe di Bukittinggi, kami juga mengunjungi salah satu peninggalan Jepang yang disebut sebagai Lobang Jepang. Kebetulan sedang direnovasi untuk dijadikan objek wisata andalan kota Bukittinggi. Sangat menarik karena ruang-ruang didalam lobang jepang ini masih terawat dengan baik. Dari perencanaan renovasi yang ada, nantinya didalam goa jepang tersebut akan di buat sebuah museum, cafe, rumah makan dan sebagainya. Mungkin tahun depan udah selese. Abis dari Lobang Jepang kami ke Pasar Bukittinggi, beli oleh-oleh buat temen-temen di Jogja. Trus malemnya balik lagi ke Payakumbuh, sekitar jam 8 baru sampe.

Minggu pagi jam 7 siap-siap untuk balik ke Jogja. Kami sempatkan untuk mengunjungi objek wisata terdekat dan menjadi andalan kota Payakumbuh, Lembah Harao. Tempat ini memiliki tebing yang terjal, dan memiliki beberapa air terjun yang sangat menarik. Dari Kampus Politeknik hanya sekitar 8 Km. Kami juga diajak melewati kelok 9 sebelum akhirnya kembali menuju Bandar udara Minangkabau di Kota Padang.

Saya pribadi, belum pernah ke Sumatera barat sebelum ini. Ada kesan yang sangat mendalam bagi saya. saya pribadi mengucap terima kasih banyak buat teman/rekan/saudara dari Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh yang telah memberikan perhatian yang sangat besar kepada kami selama berada di sana. Pak Nefri, Pak Harmailis, Pak Zul, Pak Zen, Mas Abeng, Mas Iwan, Pak Sumarsono, Pak Ramon, Pak Sukri dan rekan-rekan lain yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu yang telah membantu kami dan memberikan perhatian yang sangat besar, Saya pribadi dan SMILE Group mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, semoga kerja sama ini dapat berlanjut di masa yang akan datang.

Oh ya, Pak Zen, terima kasih dari teman-teman di SMILE dan YES untuk oleh-olehnya, salam juga buat yang di Perpustakaan :) .